Doa untuk Kaum yang Sedang Ambyar (Patah Hati)
Dalam kehidupan tentu kita pernah mengalami hal
terpuruk, entah apa sebabnya dan siapa penyebabnya. Saat kondisi seperti, tentu
berat untuk melakukan hal yang produktif, dan hanya diri sendirilah yang mampu
mengubah semuanya, meskipun support syistem itu memang sangat dibutuhkan. Oleh
karena itu, penulis akan sedikit berbagi tentang kumpulan doa bagi hati yang
sedang ambyar.
Dalam riwayat
Bukhari dari Anas bin Malik ra, beliau berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ
إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَال
“Nabi
Muhammad Saw pernah berkata: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih
dan duka cita, lemah dan malas, pengecut dan kikir, dan terlilit hutang serta
dikuasai musuh.”
Dalam kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar al-Atsqalani
beliau menyebutkan, bahwa doa ini dibaca saat dalam keadaan duka dan saat
terjadi hal buruk yang menganggu pikiran, meskipun sudah terjadi di masa
lampau. Maka saat hati sedang ambyar pun, dianjurkan untuk membaca doa
tersebut, agar ekspetasi yang pernah dibangun dapat terlaksana kembali.
Tak hanya
doa diatas, dalam riwayat Abu Daud juga disebutkan bahwa Rasulullah Saw sering
membaca doa ini agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti
kegundahan dan kegelisaan. Dan beginilah doanya,
اللَّهُمَّ
أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَضَلَعِ
الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَال
“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari
kegelisahan dan kesedihan, serta beratnya hutang dan dikuasai musuh”.
Sebenarnya doa-doa tersebut dapat dipanjatkan kapanpun, tidak harus ketika hati
sedang ambyar karena tujuannya adalah meminta perlindungan kepada Allah agar
dijauhkan dari hal buruk yang mengganggu diri kita.
Di
riwayat Bukhari pun disebutkan kembali bahwa sahabat Sa’ad biasa mengajarkan
anak-anaknya bacaan doa ini sebagaimana yang diajarkan gurunya terhadap
dirinya, yaitu:
إنَّ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْهُنَّ دُبُرَ
الصَّلاَةِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ
أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
“Sesungguhnya Rasulullah
Saw berlindung dengan membaca, Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sikap
pengecut dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada
serendah-rendahnya usia (pikun) dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur”.
Ketiga
doa diatas adalah contoh dari kumpulan doa-doa untuk berlindungan diri dari
sikap sedih, gelisah dan yang lainnya termasuk saat hati terasa ambyar.
Sebenarnya solusi dari hati yang ambyar alias patah hati, selain membaca
doa-doa diatas adalah selalu memasukkan energi-energi positif dalam diri. Serta
berfikir positif bahwa apapun yang terjadi dalam hidup itu bersifat sementara.
Maka
jika itu menggembirakan bersyukurlah, sebab ia tak akan bertahan lama, dan jika
itu kesedihan, maka bersikaplah biasa saja, jangan berlebihan, sebab ia pun tak
akan bertahan lama. Yang terpenting adalah selalu lakukan hal positif terhadap
orang lain, termasuk membantu sesama dalam hal kebaikan. Dan jika nantinya
mendapat balasan yang negatif, maka tak perlu ambyar, karena itu adalah seni
kehidupan.
Tulisan ini sepertinya
cocok dengan kutipan dari Imam al-Ghazali bahwa untuk mendapatkan apa yang kita
suka, pertama kita harus sabar dengan apa yang kita benci. Oleh karena itu jika
sedang bersedih, maka percayalah itu adalah tahap untuk mencapai titik yang
menggembirakan.
Semoga
kumpulan doa-doa bagi hati yang sedang ambyar diatas dapat mengurangi kesedihan
anak-anak muda yang sedang geganah. Dan semoga kita selalu dalam lindungan
Allah Swt. Amin. Wallahu A’lam Bisshowab.

0 Response to "Doa untuk Kaum yang Sedang Ambyar (Patah Hati)"
Posting Komentar