Buku Karya Wahyu Gumelar, SH Bagian 6 : Masjid Besar al-Atiiq Kauman Salatiga (Sejarah, Arsitektur, dan Pengelolaannya)
Manajemen Pengelolaan Masjid
Fungsi masjid yang ada di dalam Al-Qur’an sejalan dengan praktik yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau memanfaatkan masjid tidak sekedar tempat sujud/ shalat saja, tetapi masjid juga dijadikan pusat kegiatan dan pembinaan umat. Ada dua aspek utama pembinaan dan pemberdayaan ummat yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pertama, pembinaan dan pemberdayaan aspek spiritual keagamaan seperti, pelaksanaan ibadah shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an dan lain-lain. Kedua, fungsi kemasyarakatan seperti menjalin hubungan silaturahmi, berdiskusi, pengembangan perekonomian, pendidikan, dakwah, strategi jihad, dan lain-lain.
Masjid Besar Al-Atiiq Kauman Salatiga pada saat ini telah mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan zaman. Pengurus nadhir maupun ta’mir telah berupaya menjadikan Masjid sebagai pusat dakwah Islam di Kota Salatiga yang selalu mengembangkan Islam yang wasatiyah atau yang moderat demi terciptanya Islam yang penuh rahmat sebagaimana cita-cita para ulama yang terdahulu. Hal itu terbukti dimana telah tercipta kerukunan antar ummat beragama di Salatiga.
Masjid yang berlamat di Jalan K.H.A. Wahid Hasyim Nomor 2 RT 002/ RW 002 Kauman, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga ini berdekatan dengan Universitan Kristen Satya Wacana dan Gereja Jawa. Namun, tetaplah tercipta sikap toleransi saling menghormati perbedaan. Berdasarkan data dari bidang Informasi Masjid Besar Al-Atiiq Kauman Salatiga berdiri diatas tanah berstatus wakaf seluas 2.500 m2, dengan luas bangunan 500 m2 dan mampu menampung sekitar 2.000 jamaah.
Masjid Besar Al-Atiiq Kauman Salatiga mememiliki fasilitas seperti menara masjid, parkir, gudang, tempat penitipan sepatu/sandal, ruang belajar (TPA/madrasah /Pondok Tahfidh Qur’an), aula serba guna, kantor sekretariat, sound system dan multimedia, pembangkit listrik/genset, tempat wudhu.
Adapun kegiatan-kegiatan yang di adakan masjid besar al-atiiq kauman salatiga antara lain menyelenggarakan kegiatan pendidikan (Pondok Tahfidh Qur’an, TPA, madrasah, pusat kegiatan belajar masyarakat), menyelenggarakan pengajian rutin, me-nyelenggarakan dakwah islam/tabliq akbar, men-yelenggarakan kegiatan hari besar islam, men-yelenggarakan sholat jumat, menyelenggarakan ibadah sholat fardhu, shalat subuh berjamaah setiap jum’at pagi, santunan yatim fakir dan miskin, serta kegiatan-kegiatan lainnya.
Manajemen Pengelolaan Masjid (Idaratul Masajid)
Dengan luasnya fungsi masjid, maka pengelolaan masjid harus dilakukan dengan manajemen modern dan professional, jika masjid hanya dikelola secara tradisional maka masjid tidak akan mengalami kemajuan dan pada akhirnya akan tertinggal. Untuk itu perlu adanya manajemen masjid atau idarah dengan meningkatkan kualitas dalam pengorganisasian kepengurusan masjid dan pengadministrasian yang rapi, transparan, mendorong partisipasi jamaah sehingga tidak terjadi penyalahgunaan wewenang di dalam Kepengurusan Masjid.
Idarah Masjid disebut juga manajemen masjid, pada garis besarnya dibagi menjadi 2 bidang:
Idarah binail maadiy (physical management) Masjid
Idarah binail maadiy adalah manajemen secara fisik yang meliputi: kepengurusan, pengaturan pembangunan masjid, penjagaan kehormatan, kebersihan, ketertiban dan keindahan masjid, pelaksanaan tata tertib dan keamanan masjid, penataan keuangan masjid, dan sebagainya. Berdasarkan wawancara dengan para Narasumber bahwa Masjid Besar Al-Atiiq Kauman Salatiga memiliki Ulama, Kyai dan Tokoh yang berpengaruh dalam pengelolaan Masjid. Beberapa kyai yang pernah menjadi pengurus Nadhir maupun Ta’mir dan tokoh yang menjadi pemangku masjid antara lain, sebagai berikut:
Kyai/ Pengurus
Berikut urutan Kyai dan Pengurus Masjid dari zaman ke zaman:
Simbah K.H. Abdul Mukti (Mbah Ajung)
Simbah Kyai Ahmad Ma’muri
Simbah K.H. Zubair Umar Al-Jailani
Simbah Kyai Ahmad Ma’muri
Simbah Kyai Fatkhatullah
Simbah K.H. Dimyati
Simbah K.H.M. Bakri Tholchah
Bapak Drs. K.H.M. Sjatibi (Periode 2000-2011)
Bapak Ragil Surahman, S.Ag., M.Pd.I.
Bapak Drs. Q. Budi Santoso
Bapak Drs. K.H.M. Sjatibi (Periode 2014-2019, 2019-2024)
Tokoh-tokoh
Simbah K.H. Ishom
Simbah Kyai Muh Muhson Zakariya
Simbah Muhammad Adnan
Simbah Kyai Ahmad Zakariya
Simbah K.H. Musyaffa
Simbah K.H. Mahasin
Simbah Kyai Arfah
Simbah Kyai Ghufron
Simbah Kyai Muh Sidiq
Simbah Ikrom
Simbah Arifin
Simbah Ahmad Sinwan
Bapak Djunaidi Sugito
Simbah H.A.M. Masykuri
Bapak Drs. H. Mashudi. Abdullah
Bapak Abdul Basyir (Bapak Lurah)
Bapak Hanafi Abdullah
Bapak Muh. Thowil
Bapak Lazim
Bapak H. Rintho Wiguno
Bapak Ahmad Mudhoffar
Bapak H. Puji Widodo, S.H.
M. Abdul Basyir Zakaria
Adapun susunan pengurus Ta’mir saat ini ialah untuk periode 2019 – 2024, adalah sebagai berikut:
Penasehat : 1. Bambang Indarto (RW 02)
2. H. Subandono, BA
3. H. Rintho Wiguno
4. H. Puji Widodo, S.H.
5. Achmad Mudhoffar
Ketua : Drs. K.H. Muhammad Sjatibi
Wakil Ketua : Imam Daelami
Sekretaris I : Drs. Muhson Effendi
Sekretaris II : Enggar Rearso Anando, S.Kom
Bendahara I : Sabtono, SS
Bendahara II : Suwandi
Seksi Bidang Imarah/Kemakmuran Masjid
Koordinator : Musta’in Akbar, S.Pd.I.
Peribadahan : 1. M. Abdul Basyir. Z
2. Sutadji
PHBI/Sosial : 1. Sutarman
2. Slamet (RT 004)
Kesehatan : 1. Dadang Edy
2. Diyah. S
Kewanitaan : 1. Hj. Siti Zumrotun
2. Hj. Urip Rohmah
3. Zulfa Taftayani
4. Sholikhah
5. Siti Romlah, S.Ag
Remas : 1. M. Reza Pahlevi
2. Noufal Falih
3. M. Raihan Biqi
4. Davy Alvin Tijar
5. Pradita Putri
6. Safira Wulandari
Seksi Bidang Idarah/Pengelolaan Masjid
Koordinator : Quintariq
Anggota : 1. Fara Mustofa, S.Kom
2. Dani Kurniawan
3. Supriyadi
Seksi Bidang Riayah/Pemeliharaan Masjid
Koordinator : Imron Rosyidi
Keamanan : 1. Djumadi
2. Edy Setiyanto
Kebersihan : 1. Aziz Budi. H, S.H
2. Untung Sutrisno
Pemeliharaan : 1. Dwi Sulistiyanto
2. Rohadi
Idarah binail ruhiy (functional management) Masjid
Idarah binail ruhiy adalah pengaturan tentang pelaksanaan fungsi masjid sebagai wadah pembinaan umat, sebagai pusat pembangunan umat dan kebudayaan Islam seperti dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pengurus Ta’mir Masjid di dalam hal pembinaan ruhani,memiliki berbagai kegiatan, antara lain sebagai berikut:
Majlis Ta’lim Ahad Pagi
Penyelenggaraan pengajian oleh Majelis Ta’lim merupakan upaya memakmurkan masjid. Agar majelis taklim bisa berlangsung dengan baik, penyenggaraan majelis taklim dilaksanakan oleh Pengurus Masjid Bidang Pendidikan dan Peribadatan.
Majlis Ta'lim Ahad Pagi Masjid berdirinya dipelopori oleh Pengurus Ta'mir Masjid yakni K.H.M. Bakrie Tholchah (alm), dan Drs. H.M. Sjatibi berkerjasama dengan Kepala Kementerian Agama pada waktu itu yakni Drs. H. Masduqi (Boyolali) yang merupakan pelopor utama.
Mubaligh pada saat itu yakni K.H. Muchlisin (alm) (Semarang), K.H. Muhimin dan K.H. Duri Ashari (Semara-ng). Pengajian ahad pagi awalnya diadakan setiap selapan (40 hari) sekali, dan sekitar tahun 1993-an tepatnya pada hari Ahad Kliwon, 29 Agustus 1993 atau bertepatan pada tanggal 11 Rabiul Awwal 1414 H atas usulan K.H. Muchlisin (alm) diadakan secara rutin tiap ahad dan berlanjut hingga sekarang.
Kegiatan tersebut mendatangkan para kyai, mubaligh/ mubalighah, dan da’i /da‘iyah dari berbagai daerah antara lain
K.H. Duri Ashari
K.H. Ma'mun al-Haffidh
K.H. Ahmad Agus Suaidi al-Haffidh, Lc.MA
K.H. Zaenuri
K.H. Thoyib Farkhani al-Haffidh
Dr. Miftahuddin, M.Ag,
H. Ainul Yaqin
K.H. Moh. Sholeh
K.H. Sholiminuddin
K.H. Mustaghfirin Asror
H. Fauzi Arkhan,M.Ag
H. Luthfi Chakim, Lc
Hj. Wasiqoh Fahrudin
K.H. Samsuri (alm)
K.H. Fathoni (alm)
Hj. Tien Masduqi
Dr. Sa’adi, M.Ag
Dr. H. Mubasirun, M.Ag
Drs. H. Badwan, M.Ag
Chusnul Qirom, S.Ag,
dan masih banyak kyai/mubaligh/da’i laiinya.
Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan setiap Ahad pukul 07.00-09.00 dengan rangkan acara yang dimulai dengan pembukaan kemudian pembacaan tahlil dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an dan sambutan-sambutan setelah itu mau’idhotul hasanah dan doa penutup. Adapun petugas-petugas dalam pelaksanaan kegiatan tersebut adalah
Imam Daelami
M. Abdul Basyir Zakariya
Wahyu Gumelar, S.H.
Sutadji
Abdul Basith
Djumadi
Edi Setiyanto
Wiwin Wigatiningsih, S.Pd.I
Mustaqimah, S.Pd.I.
Umi Makrifah
Dan dibantu Jam’iyatul Qurro’ Wal Huffadh.
Peringatan Hari Besar Islam
Peringatan Hari Besar Islam atau biasa dikenal dengan singkatan PHBI merupakan kegiatan yang biasa dilakukan umat Islam di seluruh dunia ini, begitupun di Negara Indonesia tercinta ini. Hari tersebut merupakan hari besar yang ada di Agama Islam, Masjid sebagai sarana syiar dakwah keislaman di Kota Salatiga setiap tahun mengadakan peringatan-peringatan hari besar Islam, antara lain sebagai berikut:
Maulid Nabi Muhammad SAW
Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Nuzulul Qur’an
Idul Fitri
Idul Adha
Tahun Baru Hijriyah (Santunan Yatim, Fakir dan Miskin)
Dan kegiatan lainnya yang berkenaan dengan Ummat.
Remaja Masjid (REMAS)
Remaja, pemuda dan pemudi adalah harapan umat. Masa depan umat Islam akan sangat tergantung pada kualitas Iman dan Taqwa remaja Islamnya. Remaja dari kalangan umat Islam di daerah perkotaan, kurang akrab dengan masjid hal itu mungkin disebabkan orang tua muslim didaerah perkotaan masih belum menyadari pentingnya menyiarkan generasi muda yang berwawasan Islam.
Masjid berupaya terus untuk mencetak kaderisasi dengan dibentuknya remaja masjid. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melahirkan generasi penerus yang cinta dengan masjid, dan sekaligus sebagai pencetak generasi muda yang Islami yang bersifat wasatiyah demi terwujudnya islam yang penuh rahmat sesuai dengan yang dibawa oleh Rasulullah melalui para ulama shalafusshalikhin. Adapun Pengurus Remaja Masjid Periode 2015/2020, antara lain sebagai berikut.
Pelindung : Ketua Ta’mir
Pembina : Imam Daelami
Ketua : M. Reza Pahlevi
Wakil Ketua : Febrianto
Sekretaris I : Enggar Rearso
Sekretaris II : Putri. S
Bendahara I : Miftakhul Jannah
Bendahara II : Khena
Dept. Kaderisasi : 1. Putri K
2. Khamdani
Dept. Dakwah : 1. Aulia
2. Noval
Dept. Jaringan : 1. Viona
2. Fida
Dept. Organisasi : 1. Vitria
2. Indri
Dept. Seni Budaya : 1. Biqi
2. Bagus
Seni Membaca Al-Qur’an dan Hadrah
Kegiatan seni membaca al-Qur’an ini bernama Jamiyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) dan seni hadrah Jamiyyatuss Shalawat Sinar Rembulan (JSSR) di bawah pimpinan Ustadz Abdul Basit. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Ahad mulai pukul 10.00 sampai dengan pukul 12.00 atau waktu shalat dzuhur. Kegiatan ini telah lama dilaksanakan mulai sekitar tahun 1975-an hingga sekarang.
Jamiyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) berdirinya bermula dari seorang guru Qiro’at yakni K.H. Muhammad Zain. Beliau mendirikan Jamiyyah Qiro’at di Masjid Kauman Semarang termasuk mendirikan Group Nasyid Nasidaria Semarang. Jamiyyah ini akhirnya menyebar ke pelosok daerah termasuk di Masjid, beliau juga pernah mengajar dan membina para santri di Masjid. Perjuangan beliau diteruskan oleh Ustadz H. Dawamul Anwar (Klaseman Salatiga), Kemudian Ustadz Mudhoffir (Suruh Kabupaten Semarang) dan kini dilanjutkan oleh Ustadz Abdul Basid (Bringin Kabupaten Semarang).
Susunan kepengurusan Jamiyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) dan seni hadrah Jamiyyatuss Shalawat Sinar Rembulan (JSSR) Masjid. Adapun susunan pengurus Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffadz Masjid Besar Periode 2016/2019, sebagai berikut:
Pelindung : Ta’mir Masjid
Pembina/pengasuh : Ustadz Abdul Basid
Ketua : Eko Prasetyo
Wakil Ketua : Riska Arianingrum
Sekretaris I : Sholikhah P.R.,S.Pd
Sekretaris II : Mukhib Ikhyauddin
Bendahara I : Muh. Zamzuri
Bendahara II : Ifa Nur I
Seksi Humas : Pujiono
Seksi Hadrah : 1. Mustaqimah, S.Pd.I
2. Suwarno
Shalat Subuh Berjamaah
Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jum’at dengan agenda acara shalat subuh berjamaah kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan mau’idhotul hasanah atau kultum dari para kyai/ustadz yang secara sengaja didatangkan untuk memberikan semangat dan penceraah kepada para jamaah. Setelah selesai kegiatan tersebut dilanjutkan dengan acara sarapan bersama. Kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada tahun 2017 dengan pembicara atau pemberi kultum sekaligus imam shalat adalah Ustadz. H. Imran Hasbi dari Kalibening Salatiga.
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)
Masjid bisa diperlengkapi dengan taman pendidikan al-Qur’an dimana lembaga ini biasanya dikunjungi oleh anak-anak dibawah sepuluh tahun. Di daerah perkotaan pada umumnya mendirikan taman pendidikan al-Qur’an. Masjid juga memimili lembaga pendidikan Islam dalam hal ini adalah Pondok Tahfidhul Qur’an “Al-Atiiq”, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari Senin sampai hari Kamis pada pukul 16.00 sampai dengan pukul 17.00. Lembaga ini dipimpin oleh Ustadzah Wiwin Wigatiningsih, S.Pd.I yang merupakan kepala TPQ/ PAUD. Kepengurusan TPQ dan PAUD AL-ATIIQ adalah sebagai berikut:
Pelindung : Pengurus Ta’mir
Ketua : Wiwin Wigatiningsih, S.Pd.I
Sekretaris : Siti Umairoh, S.Pd.I
Bendahara : Sholikah
Anggota : 1. Siti Ramlah, S.Ag
2. Mega Nusantara Dewi, S.Pd.I
3. Rizky Savitry, S.Pd.I.
4. Miftakhul Jannah, S.Pd
5. M. ‘Ainun Najib, S.Pd
6. Thoriq Shidiq Shobakhi, S.Ag
Khitanan Massal
Perkembangan dan kemajuan zaman yang begitu pesat selain mem-berikan dampak positif bagi kehi-dupan masyarakat di satu sisi juga menimbulkan efek negatif. Menurunnya kepedulian sosial dan nilai-nilai budaya dalam masyarakat sebagai media persatuan dan toleransi terhadap sesama, terutama dalam bidang social seringkali mengakibatkan adanya gesekkan dalam masyarakat yang berdampak negatif dan mempersubur berkembangnya pola hidup yang individualis dalam masyarakat, ini adalah merupakan salah satu dampak dari pola hidup modern yang cenderung bersifat materialistis dan memiliki mobilitas sangat tinggi sehingga tidak memiliki waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungannya.
Dalam usaha untuk meningkatkan kembali kepedulian sosial, semangat gotong royong dan kekeluargaan serta menghidup-kan kembali budaya yang ada dalam masyarakat, maka Masjid melaksanakan kegiatan berupa khitanan massal, dimana hal ini selain berkaitan dengan keadaan ekonomi masyarakat juga berkaitan dengan rangkaian ibadah dalam syari'at agama islam. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap satu tahun sekali.
Pondok Tahfidhul Qur’an “Al-Atiiq”
Pembangunan pondok ini dimulai tahun 2019 sampai 2020. Didirikan dengan tujuan sebagai wadah kaderisasi yang ahli qur’an dan sebagai pencetak penghafal al-Qur’an. Sebagaimana telah dijelaskan pada Bagian 4.
Manajemen Memakmurkan Masjid (Imaratul Masajid)
Masjid sejak jaman Nabi Muhammad saw pada abad ke 7 masehi, masjid dijadikan sebagai pusat kegiatan umat Islam dari segala macam kegiatan. Pada jaman nabi, masjid bukan sekedar tempat kegiatan keagamaan, tetapi sudah menjadi pusat kegiatan sehari- hari. Dari masjid, Rasulullah membangun umat Islam dan mengendalikan pemerintahannya. Mereka yang memakmurkan masjid adalah orang yang mendapat petunjuk dari Allah. Seperti dinyatakan dalam QS. At- Taubah [9]: 18.
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
Tingkat memakmurkan masjid akan sangat dipengaruhi oleh kepengurusan masjid (takmir). Tanpa takmir yang solid, maka masjid nyaris sepi dari semua kegiatan ibadah. Masjid seringkali menjadi simbol kebesaran Islam, namun saat ini masjid kerapkali jauh dari kegiatan- kegiatan untuk memakmurkannya, bahkan lebih sering sepi dari aktifitas. Memakmurkan masjid memiliki arti yang sangat luas, yaitu menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bersifat ibadah, baik ibadah ukhrawi maupun duniawi. Berbagai kegiatan yang memiliki arti luas dalam memakmurkan masjid diantaranya adalah:
Manakala idarah binail madiy dan idarah binail ruhiy berjalan secara maksimal, maka insya Allah masjid akan makmur dengan sendirinya. Makmur dalam artian, bahwa ia dapat berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu meliputi fungsi sebagai sarana atau tempat beribadah, sarana atau tempat pembinaan dan pencerahan ummat baik bidang pemahaman keberagamaan, pengetahuan umum, dan ekonomi ummat.
Management Kesejahteraan Umat
Apabila di suatu daerah belum ada Badan Amil Zakat (BAZ) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ), Ta’mir Masjid dapat menerima dan menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah dari para muzakki atau dermawan kepada para mustahiq atau dlu’afa. Dalam hal ini, Pengurus bertindak selaku ‘amil zakat. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq dan shadaqah biasanya semarak di bulan Ramadlan, namun tidak menutup kemungkinan di bulan-bulan lain, khususnya untuk infaq dan shadaqah.
Kegiatan tersebut harus dilaksanakan secara transparan dan dilaporkan kepada para muzakki atau dermawan penyumbang-nya serta diumumkan kepada jama’ah. Hal ini untuk menghindari fitnah atau rumor yang berkembang di masyarakat adanya penye-lewengan dana zakat, infaq dan shadaqah oleh Pengurus.
Beberapa kegiatan lain yang dapat diseleng-garakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat adalah : sumbangan ekonomi, bimbingan dan penyuluhan, ukhuwah islamiyah dan bakti sosial.
Managemen Pembinaan Remaja Masjid
Remaja Masjid beranggotakan para remaja muslim, biasanya berumur sekitar 15-25 tahun. Kegiatannya berorientasi keislaman, keremajaan, kemasjidan, keterampilan dan keorganisasian. Memiliki kepengurusan sendiri yang lengkap menyerupai Ta’mir Masjid dan berlangsung dengan periodisasi tertentu. Organisasi ini harus dilengkapi konstitusi organisasi, seperti misalnya Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Pedoman Kepengurusan, Pedoman Kesekreta-riatan, Pedoman Pengelolaan Keuangan dan lain sebagainya. Konstitusi organisasi diperlukan sebagai aturan main berorganisasi dan untuk memberi arahan kegiatan.
Pengurus Ta’mir Masjid Bidang Pembinaan Remaja Masjid berkewajiban untuk membina dan mengarahkan mereka dalam berkegiatan. Namun pembinaan yang dilakukan tidak menghambat mereka untuk mengekspresikan kemauan dan kemampuan mereka dalam berorganisasi secara wajar dan bebas bertanggungjawab. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam upaya-upaya pembinaan Remaja Masjid antara lain kepengurusan, musyawarah anggota, kegiatan, bimbingan, dan kepanitiaan. Masjid Besar Al-Atiiq Kauman Salatiga sudah terdapat pengurus Remaja Masjid yang terus dikader sebagai pemegang estafet kepengurusan masjid.
Manajemen Pemeliharaan Masjid (Ri’ayatul Masajid)
Dengan adanya pembinaan bidang riayah, masjid akan tampak bersih, indah dan mulia sehingga dapat memberikan daya tarik rasa nyaman dan menyenangkan bagi siapa saja yang memandang, memasuki dan beribadah didalamnya. Sebagaimana yang diisyaratkan Allah dalam Al-Qur’an surat Al Imran [3] ayat 97:
“……barang siapa memasuki baitullah menjadi amanlah dia…”.
Bangunan, sarana pendukung dan perlengkapan Masjid harus dirawat agar dapat digunakan sebaik-baiknya serta tahan lama. Seiring dengan bertambahnya usia bangunan maka kerusakan akan timbul bahkan bagian tertentu dapat mengalami disfungsi atau kerusakan, seperti misalnya pintu, jendela, atap, dinding atau yang lainnya. Disamping itu kebutuhan jama’ah akan Masjid yang lebih luas agar dapat menampung jama’ah shalat yang lebih banyak juga semakin dirasakan. Masjid memiliki petugas harian yang bertugas dimasjid selama 24 jam berkenaan dengan muadzin, kebersihan, keamanan dan lain-lain dalam melayani jamaah. Petugas tersebut berjumlah 5 orang antara lain sebagai berikut:
Sutadji
Djumadi
Wahyu Gumelar, S.H.,
Edy Setiyanto
M. Fuad Fauzi
Mawardi Tholchah (Alm)
di bantu oleh:
Abdul Basith
Mahasiswa IAIN Salatiga yang pernah membantu di Masjid Besar Al-Atiiq Kauman Salatiga, antara lain :
Drs. Mulyono, M.Pd.I (Kepala SMP Muhammadiyah Salatiga)
Muhammad Alfian Fahroni, S.Pd
Ahmad Saifuddin, SP.d
Nur Fahmi, S.Pd
Thoriq Shidiq Shobakhi
Dan mungkin masih ada mahasiswa lainnya yang pernah singgah mengabdi di Masjid Besar Al-Atiiq Kauman Salatiga.

0 Response to "Buku Karya Wahyu Gumelar, SH Bagian 6 : Masjid Besar al-Atiiq Kauman Salatiga (Sejarah, Arsitektur, dan Pengelolaannya)"
Posting Komentar